Nov 14th


Minggu lalu saya iseng mencoba mengajukan pembuatan SURAT PERJALANAN REPUBLIK INDONESIA (SPRI) atau dalam bahasa umumnya adalah PASPOR.

Jika di tanya mau kemana nih ?

Yah, sementara ini masih belum ada tujuan mau kemana heheh. Dulu sih sebelum Tuan Putri hamil … *ehem .. udah 4 bln*,  Kita sempat punya rencana berburu tiket murah ke Singapura atau Ke Phuket Thailand. Tapi karena kehamilannya, rencana2 itu tertunda deh.

Selang beberapa lama,  Saya sempat membaca artikel yang menjadi motivasi lain untuk mempunyai  paspor. Adalah artikel Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Indonesia Prof. Dr. Rheinald Kasali yang berjudul PASPORT.
Tulisan yang cukup menginspirasi dan lebih membulatkan tekad (*halah) untuk membuat dan mempunyai paspor :)

Beberapa saat setelah membaca artikel itu, mulailah saya mencari informasi tentang bagaimana cara mendapatkan paspor tersebut.

Dari beberapa artikel yang saya dapat, berbagai cara yang bisa di tempuh :

  • Melalui Biro Jasa / Agen Perjalanan
  • Mengurus Sendiri Ke Kantor IMIGRASI
Sudah di pastikan, Melalui Biro Jasa / Agen Perjalanan perbedaanya dari sisi biaya.  Secara umum biaya melalui biro jasa terbagi oleh waktu penyelesaian & kelengkapan administrasinya.
  1. Sehari  : Biayanya antara Rp. 1.000.000 – Rp. 1.500.000
  2. 3-4 Hari  : Biayanya antara Rp. 500.000 – Rp. 750.000
Ada range biaya di atas terjadi hanya karena subjektifitas antar agen atau bisa juga karena kelengkapan tambahan yang harus di sediakan. misalnya, keterangan beda nama antara akte & ktp / KK , surat rekomendasi perusahaan.
Sebagai bahan perbandingan sajah, biro jasa di Bandung, untuk pengurusan paspor 1 hari di kenakan biaya Rp. 1.000.000 (rata-rata).  Info ini Saya dapat dari rekan kantor yang akan berangkat ke LN,  karena memang butuh cepat dan mengejar jadwal project, perlu layanan ekspress.  Dari cerita beliau, memang kita sangat di mudahkan jika menggunakan biro jasa/agen/calo itu, Jam 10 dateng untuk Foto & Wawancara, jam 13 Paspor sudah selesai  (3 Jam !!!)  :)
Info lain masalah biro jasa / agen, bisa di cari via web info sejagad alias KASKUS :)
Pilihan mengurus sendiri ke Kantor Imigrasi awalnya Saya menyangka akan ribet banget, mengingat beberapa teman yang sudah mempunyai paspor menggunakan biro jasa dengan alasan praktis. Tapi karena niatnya ingin murah meriah dan memang tidak di buru waktu. Saya memutuskan akan mengurus sendiri saja.

So, inilah certainya …
What Next ? »

Jul 28th

(Jangan) Mengeluh

Date: July 28th, 2011 | Category: Uncategorized | 1


Ketika awal mulai bekerja, ketika makan siang, terdengar obrolan beberapa rekan, dan salah satu obrolannya terselip kata-kata , ” … Gue sih paling gak suka klo ada orang yang mengeluh tentang KENAPA HARUS BEKERJA, itu sama ajah dengan bilang, KENAPA HARUS HIDUP … ”
Waktu itu, karena yg ngomong itu senior gue, yah .. mangut-mangut ajah :)
Trus, si senior itu bilang juga, ” … klo ngeluh tentang kerjaan susah, butuh curhat, it’s ok, itu manusiwi deh, tapi klo udah nanyain KENAPA MUSTI NGERJAIN PROJECT INI … nah itu yg gue suka gak ngerti … mereka pengennya apaan sih ? ”

Awalnya Obrolan itu hanya sebatas sesi-sesi curhat dikala kesuntukan kerja dan menghadapi anakbuahnya (doktrin?) :) .

Yah, waktu itu saya juga masih junior staff yang belom ngerti kompleksitas project, handiling team, client … etc

Selang beberapa thn kemudian, baru deh sadar kata2 itu. Apalagi ketika posisi yang harus menghandling teknis & non teknis bersamaan.

Anyway, sudahkah Anda mengeluh hari ini ?

May 5th

Guru Kognitif & Guru Kreatif

Date: May 5th, 2011 | Category: Uncategorized | 0


Tulisan RHENALD KASALI, tentang Guru pada Hari Pendidikan Nasional

Di Hari Pendidikan lalu, saya bertemu dua jenis guru. Guru pertama adalah guru kognitif, sedangkan guru kedua adalah guru kreatif. Guru kognitif sangat berpengetahuan.Mereka hafal segala macam rumus, banyak bicara, banyak memberi nasihat, sayangnya sedikit sekali mendengarkan.

Sebaliknya, guru kreatif lebihbanyaktersenyum,namun tangan dan badannya bergerak aktif. Setiap kali diajak bicara dia mulai dengan mendengarkan, dan saat menjelaskan sesuatu, dia selalu mencari alat peraga.Entah itu tutup pulpen, botol plastik air mineral,kertas lipat,lidi,atau apa saja. Lantaran jumlahnya hanya sedikit, guru kreatif jarang diberi kesempatan berbicara. Dia tenggelam di antara puluhan guru kognitif yang bicaranya selalu melebar ke mana-mana. Mungkin karena guru kognitif tahu banyak, sedangkan guru kreatif berbuatnya lebih banyak.

What Next ? »

May 2nd

Quote Of the month

Date: May 2nd, 2011 | Category: Uncategorized | 0


Ada tidak mengenapkan, tidak ada tidak mengganjilkan.

Sepandai apapun Anda, jika tidak bisa menyelesaikan tepat waktu tetap saja Bodoh

No Excuse

Jan 6th

Encouragement by Rhenald Kasali

Date: January 6th, 2011 | Category: Uncategorized | 0


Lima belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.

Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat,bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah  diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat.

“Maaf… Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya.
Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

What Next ? »